Selasa, 24 Oktober 2017

Diabetes Militus

Diabetes militus/ DM

DIABETES MELITUS
  1. A. Pengertian
Diabetes Melitus (DM) sering juga dikenal dengan nama kencing manis atau penyakit gula.
DM memang tidak dapat didefinisikan secara tepat, DM lebih merupakan kumpulan gejala yang timbul pada diri seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan glukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Suyono, 2005).
  1. B. Klasifikasi
Klasifikasi DM menurut American Diabetes Association (1997) sesuai anjuran Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) adalah:
  1. Diabetes Tipe 1: Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM)
  2. Diabetes tipe II: Diabetes melitus tidak tergantung insulin (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus [NIDDM]), terjadi akibat penurunan sensitivitas terhadap insulin (resistensi insulin) atau akibat penurunan jumlah produksi insulin
  3. Diabetes Melitus tipe lain
  4. Diabetes Melitus Gestasional (Gestasional Diabetes Mellitus [GDM]<) !–more–>
  1. C. Patofisilogi
Menurut Brunner dan Suddarth(2001), patofisiologi DM yaitu:
  1. Diabetes Tipe I
Pada diabetes tipe I terdapat ketidak mampuan untuk menghasilkan
insulin karena sel-sel beta pankreas telah dihancurkan oleh proses
autoimun. Hiperglikemia puasa terjadi akibat produksi glukosa yang tidak terukur oleh hati. Di samping itu, glukosa yang berasal dari makanan tidak dapat disimpan dalam hati meskipun tetap berada dalam darah dan menimbulkan hiperglikemia post prandial (sesudah makan). Jika konsentrasi glukosa dalam darah cukup tinggi, ginjal tidak dapat menyerap kembali semua glukosa yang tersaring keluar : akibatnya, glukosa tersebut muncul dalam urin (glukosuria). Ketika glukosa yang berlabihan diekskresikan ke urin, ekskresi ini akan disertai pengeluaran cairan dan elektrolit yang berlebihan pula. Keadaan ini dinamakan diuresis osmotik. Sebagai akibat dari kehilangan cairan yang berlebihan, pasien akan mengalami peningkatan dalam berkemih (poliuria) dan rasa haus polidipsia). Defisiensi insulin juga mengganggu metabolis -me protein dan lemak yang menyebabkan penu-runan berat badan. Pasien dapat mengalami peningkatan selera makan (Polifagia), akibat menurunnya simpanan kalori, gejalalainnya mencakup kelelahan dan kele-mahan.
  1. Diabetes Tipe II
Pada diabetes tipe II terdapat dua masalah utama yaitu yang
berhubungan dengan insulin, yaitu : resistensi insulin dan gangguan
sekresi insulin. Normalnya insulin akan terikat dengan reseptor khusus
pada permukaan sel sebagai akibat terikatnya insulin dengan reseptor
tersebut, terjadi sel resistensi insulin pada diabetes tipe II disertai dengan
penurunan reaksi intra sel ini. Dengan demikian insuliin menjadi tidak
efektif untuk menstimulasi pengambilan glukosa oleh jaringan.
Untuk mengatasi resistensi insulin dan mence -gah terbentuknya glukosa
dalam darah, harus terdapat peningkatan jumlah insulin yang disekresikan
pada penderita toleransi glukosa terganggu, keadaan ini ter-jadi akibat
sekresi insulin yang berlebihan, dan kadar glukosa akan dipertahankan
pada tingkat yang normal atau sedikit meningkat. Namun untuk
mengimbangi pe-ningkatan kebutuhan akan insulin, maka kadar glukosa
akan meningkat dan terjadi diabetes tipe II.
  1. Diabetes tipe lain yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom
    tertentu :
    1. Kelainan reseptor
  1. Penyakit pankreas
  2. Hormonal
  3. Obat atau bahan kimia
  1. Diabetes Gestasional
Terjadi pada wanita yang tidak menderita diabetes sebelum kehamilannya. Hiperglikemia terjadi selama kehamilan akibat sekresi hormone-hormon plasenta. Sesudah melahirkan bayi, kadar glukosa darah pada wanita yang menderita diabetes gestasional akan kembali normal.

  1. D. Faktor penyebab
    1. Genetik atau Faktor Keturunan
      Diabetes melitus cenderung diturunkan atau diawariskan, bukan ditularkan.
      Anggota keluarga penderita DM (diabetisi) memiliki kemungkinan lebih besar
      terserang penyakit ini dibandingkan dengan anggota keluarga yang tidak
      menderita DM. Para ahli kesehatan juga menyebutkan DM merupakan penyakit yang terpaut kromosom seks atau kelamin. Biasanya kaum laki-laki menjadi penderita sesungguhnya, sedangkan kaum perempuan sebagai pihak yang membawa gen untuk diwariskan kepada anak-anaknya.
    2. Virus dan Bakteri
Virus penyebab DM adalah rubela, mumps, dan human coxsackievirus B4. Melalui mekanisme infeksi sitolitik dalam sel beta, virus ini mengakibatkan destruksi atau perusakan sel. Bisa juga, virus ini menyerang melalui reaksi otoimunitas yang menyebabkan hilangnya otoimun dalam sel beta. Diabetes mellitus akibat bakteri masih belum bisa dideteksi. Namun, para ahli kesehatan menduga bakteri cukup berperan menyebabkan DM.
  1. Bahan Toksik atau Beracun
Bahan beracun yang mampu merusak sel beta secara langsung adalah alloxan, pyrinuron (rodentisida), dan streptozoctin (produk dari sejenis jamur). Bahan lain adalah sianida yang berasal dari singkong.
  1. Nutrisi
    Nutrisi yang berlebihan (overnutrition) merupakan faktor resiko pertama yang diketahui menyebabkan DM. Semakin berat badan berlebih atau obesitas akibat nutrisi yang berlebihan, semakin besar kemungkinan seseorang terjangkit DM.


  1. E. Prinsip dasar diit diabetes
Prinsip dasar diit diabetes (Perencanaan Makan Penderita Diabetes Dengan Sistem Unit, 1997)
  1. pemberian kalori sesuai dengan kebutuhan. Cara sederhana untuk mengetahui kebutuhan dasar adalah sebagai berikut: Untuk wanita : (Berat Badan Ideal x 25 kalori) ditambah 20 % untuk aktifitas
    Untuk pria : (Berat Badan Ideal x 30 kalori) ditambah 20 % untuk aktifitas
  2. menghindari konsumsi gula dan makanan ynag mengandung gula didalamnya.
  3. mengurangi konsumsi lemak dalam makanan sehari-hari.
  4. memperbanyak konsumsi serat dalam makanan.
  1. F. Obesitas dan Diabetes
Obesitas adalah faktor risiko terpenting dari penyakit diabetes tipe 2. Lebih dari 90 persen penderita diabetes tipe 2 mengalami kelebihan berat badan.
Dalam kondisi normal, insulin berfungsi sebagai hormon anabolik, bekerja pada sejumlah jaringan dan memacu penyimpanan nutrien dan mencegah ketabolismenya. Kadar insulin normalnya meningkat setelah makan seiring dengan kenaikan kadar glukosa, dan menurun pada keadaan setelah makan, ketika metabit yang tersimpan digunakan untuk energi. Seiring pertambahan berat badan, tubuh makin kurang sensitif terhadap efek insulin. Akibatnya, pankreas akan memproduksi insulin lebih banyak lagi. Ketika kemampuan pankreas memproduksi insulin tak bisa mengimbangi resistensi insulin, terjadi diabetes tipe 2 yang ditandai tingginya kadar gula darah.
Resistensi insulin adalah turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan perifer dan untuk menghambat produksi glukosa oleh hati.


DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar